2012-08-13 00:00:00 | By. ADMINISTRATOR | READ 4,998 TIMES

Ada dua kelompok masyarakat di dunia ini yang dikenal panjang umur sehat sejahtera, yaitu masyarakat Okinawa dan Sardinia.Rata-rata mereka hidup di atas 100 tahun. Mengapa bisa? Bukan semata karena mereka banyak makan ikan, banyak mengonsumsi kedelai, jamur, rajin berolahraga, istirahat cukup, dan berbagai perilaku sehat lainnya.Masyarakat kedua bangsa itu juga memiliki kultur yang sangat menghormati orangtua. Perasaan kecukupan cinta, jiwa yang hangat, dan persahabatan yang erat sungguh memiliki dampak luar biasa bagi kualitas kesehatan dan kesejahteraan kita.

Banyak ahli telah menemukan bukti-bukti tentang kekuatan sentuhan (touching) misalnya. Banyak pakar telah membuktikan efek tertawa bagi kesehatan. Banyak peneliti membuktikan efek menyehatkan dari keterlibatan dalam aktivitas sosial. Semua itu pada intinya memperlihatkan betapa pentingnya interaksi dan relasi yang baik dengan orang lain, yang merupakan kebutuhan dasar manusia.

Masyarakat Barat (Eropa) sampai memiliki National Hugging Day alias hari berpelukan nasional. Bukan mereka penganut free sex, melainkan karena riset telah membuktikan betapa pelukan memiliki efek luar biasa menyehatkan.Hasil riset antara lain memaparkan, suami istri yang melibatkan cukup pelukan, dekapan, elusan, dan belaian dalam relasi mereka, keterikatan emosinya lebih kuat dibandingkan pasangan yang tidak cukup menerima sentuhan (touching). Penelitian juga membuktikan bahwa anak yang kurang mendapatkan pelukan atau dekapan dari ayah khususnya, dan juga ibu, tingkat rasa amannya lebih rendah dibandingkan dengan anak yang cukup mendapatkan pelukan atau dekapan orangtuanya. Rasa aman sangat vital bagi perkembangan kepribadian anak.

Mari kita bertanya pada diri sendiri, sebanyak apa kita telah memeluk anak-anak kita? Banyak ayah yang bahkan berhenti menyentuh anak-anaknya setelah si anak masuk sekolah. Dan para ayah kemudian bertanya, “Mengapa anak-anak tidak dekat dengan saya? Mengapa anak-anak bisa terjerumus pergaulan yang salah? Saya ini kurang apa?” Mungkin kurang memeluk dan mendekap!

Bila seseorang sering: Sakit kepala, migrain, sakit maag, sulit tidur, banyak ngemil, merasakan sesak napas, sakit kista, sakit kanker, mengalami gangguan jantung, mudah menyerang orang lain (secara verbal maupun fisik) , senang melihat orang lain celaka, tak peduli orang lain sakit hati, mengejar perhatian lawan jenis, maka, mungkin dia: Tidak cukup mendapatkan cinta Tidak cukup mencintai diri sendiri Tidak cukup mendapatkan perhatian dari pasangan Tidak cukup memiliki kehidupan seksual yang menyenangkan.

Dr. Bradley J. Willcox, dalam bukunya The Okinawa Diet Plan: Get Leaner, Live Longer and Never Feel Hungry, diet Okinawa dapat mengatasi kegemukan, membuat perasaan lebih nyaman dan awet muda.Okinawa merupakan nama sebuah pulau di Jepang. Nama pulau ini begitu terkenal, karena memiliki jumlah penduduk berusia lebih dari 100 tahun terbanyak di dunia. Data menunjukkan dari sekitar 1,27 juta jiwa, terdapat 427 warga Okinawa yang berusia lebih dari 100 tahun! Penduduk Okinawa juga memiliki usia harapan sehat tertinggi di dunia.

Rahasia sehat, panjang umur dan awet muda mereka terletak pada pola makan dan gaya hidup sehari-hari yang sangat khas. Pola makan mereka hampir sama dengan Anda, bedanya mereka sangat membatasi mengonsumsi lemak dan protein hewani.Prinsip makan yang mereka anut adalah mengonsumsi karbohidrat, lemak dan protein yang tepat. Ini prinsip diet mereka:

Sayur dan buah
Buah dan sayur, yang mengandung serat, merupakan menu wajib setiap hari. Fungsi serat membantu mencegah penimbunan lemak, membantu meningkatkan fungsi usus-usus besar dan membantu proses pembentukan otot.

Merah lebih baik dari putih
Asupan karbohidrat mereka berasal dari beras merah bukan beras putih. Sebab, beras putih sudah mengalami proses pembersihan yang berulang, sehingga kandungan vitaminnya berkurang.

Serba kacang
Jenis kacang yang paling banyak mereka konsumsi adalah kacang kedelai, baik dalam bentuk polong rebus maupun olahan, seperti miso, tahu, dan kembang tahu. Sup miso dengan campuran bayam dan nasi menjadi menu pembuka mereka di pagi hari.

Ikan laut yang terbaik
Protein dan lemak hewani mereka peroleh dari ikan. Ikan laut memiliki keunggulan mengandung asam lemak omega 3 yang lebih tinggi kadarnya dibandingkan ikan air tawar.

Banyak minum air putih
Penduduk Okinawa sangat sedikit mengonsumsi alkohol. Mereka terbiasa minum air putih minimal enam gelas sehari. Cairan sangat penting untuk mendukung kelancaran metabolisme dan reaksi kimia dalam tubuh.

Teh hijau
Teh hijau minuman favorit mereka. Khasiat teh hijau erat kaitannya dengan senyawa katekin dan flavonol, yaitu suatu komponen aktif yang diyakini berperan penting dalam mencegah kanker. Dari 10 gram bubuk teh hijau (setara dengan 10 cangkir teh), akan diperoleh sekitar 1 gram katekin. Prof. Itaro Oguni dari Universitas Shizuoka, Hamamatsu College menganjurkan minum 10 cangkir teh tiap hari secara teratur untuk mencegah kanker.

Membatasi minyak
Diet Okinawa juga membatasi mengonsumsi minyak nabati dan hewani. Jenis asam lemak yang dominan dikonsumsi adalah asam lemak tak jenuh tunggal yang dapat diperoleh pada minyak canola dari biji-bijian. Hal ini dapat mencegah timbunan kolesterol dan trigliserida berlebih penyebab timbulnya berbagai penyakit.

Sedikit garam dan penyedap
Pelaku diet Okinawa dianjurkan untuk tak berlebihan mengonsumsi garam. Disarankan pemakaian garam rata-rata hanya tiga sendok teh sehari.

Hindari makanan olahan
Hindari mengonsumsi camilan yang berlemak serta mengandung kadar garam dan penyedap rasa tinggi. Sebagai gantinya, pilihlah camilan yang aman, seperti buah, sereal, atau roti gandum. Sedapat mungkin tidak mengonsumsi makanan olahan yang dibuat dengan penambahan bahan-bahan kimia.

Berhenti sebelum kenyang
Makan hingga perut terasa penuh, bahkan sampai menyebabkan tak dapat bergerak karena kekenyangan sangat tidak disarankan diet Okinawa. Makan dan minumlah hingga 80 persen kenyang. Prinsip itulah yang menyebabkan mereka memiliki tubuh langsing, sehat, bugar dan awet muda.

Sering dan sedikit
Mereka menerapkan pola makan yang sering namun dengan porsi terbatas. Pola makan laki-laki 10-13 kali dan perempuan 7-10 kali setiap hari dengan takaran 150-200 cc untuk sekali makan.

Aktivitas fisik
Diet Okinawa mengharuskan setiap pelakunya banyak melakukan aktivitas fisik, di antaranya bersepeda dan jalan kaki.

Jauh dari stres
Rendahnya tingkat stres jadi faktor penting tingginya kualitas kesehatan penduduk Okinawa. Kehidupan mereka sangatlah damai dan tenang. Piknik, bercengkrama dengan teman-teman dan melakukan kegiatan ringan yang menyenangkan diyakini dapat menghindari seseorang dari stres. Tertarik mencoba?

PROMO DAHSYAT GLUTERA
LOGIN MEMBER GLUTERA
No ID / Username :
Password :
Security Code :
 Lupa Password
STATISTIC GLUTERA
Today visitor : 19,979
Total visitor : 25,594,188
CARDCHECK GLUTERA
BANNER GLUTERA
Copyright By. Glutera Indonesia © 2017 Indonesia
Alright Reserved