2012-08-03 05:32:18 | By. ADMINISTRATOR 1 | READ 5,144 TIMES

Sun Protecting Factor (SPF)
Bagi Anda yang bekerja di lapangan dan biasa terpapar sinar matahari, tentunya sering mengalami masalah seputar kesehatan kulit. Kulit bisa saja menjadi lebih gelap, timbul noda hitam (flek), gangguan pigmentasi, elatisitas kulit menurun, bahkan lebih parahnya lagi bisa menimbulkan kerusakan DNA dan menyebabkan kanker kulit. Meskipun begitu, tuntutan pekerjaan dan aktivitas terkadang memaksa Anda untuk terus bermandikan sinar matahari. Untuk melindungi kesehatan kulit akibat seringnya terkena sengatan sinar matahari, Anda bisa menggunakan pelindung, seperti topi atau payung. Cara lain yang bisa dilakukan untuk melindungi kulit Anda adalah dengan menggunakantabir surya (sunscreen) yang dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari atau UltraViolet (UV).
Dalam jumlah yang tidak berlebihan, sinar ultraviolet sebenarnya berguna bagi tubuh, antara lain untuk membentuk vitamin D dari provitamin D agar tulang tidak keropos, membentuk tirosin menjadi melanin sehingga kulit berwarna, dan mampu membunuh bakteri jahat yang dapat menyebabkan penyakit seperti jamur. Sinar matahari terdiri dari 3 komponen, yaitu sinar UVA, UVB, dan UVC.

Sinar UVA
(panjang gelombang antara 315 – 400 nm) mampu lebih dalam menembus kulit dan memiliki jangka waktu yang lebih lama untuk menimbulkan kerusakan pada kulit, seperti kerutan, dan gejala-gejala penuaan dini. Sinar UVA ini akan membuat kulit menjadi hitam (tanning).

Sinar UVB
(panjang gelombang 280 nm) hanya 0.2 % dari sinar matahari total. Paparan sekitar 15 menit/hari dari sinar UVB ini sebenarnya sangat penting untuk memicu pembentukan vitamin D3 (salah satu komponen Vitamin D) dari provitaminnya. UVB sebenarnya juga mampu melindungi kulit terhadap pembakaran lebih lanjut dengan cara menebalkan lapisan tanduk pada kulit. Namun, eksposisi (paparan) sinar UVB yang terlalu lama dan terlalu sering bisa menyebabkan menyebabkan kulit terbakar yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker kulit akibat penekanan imunitas seluler kulit.

Sinar UVC
(panjang gelombang 100 nm) sebenarnya amat berbahaya dan sangat merusak kulit, tetapi sinar ini ditahan oleh lapisan ozon. Kebocoran lapisan ozon (O3) menyebabkan beberapa (sebagian kecil) sinar ini masuk ke bumi. Tak heran mengapa akhir-akhir ini sinar matahari terasa begitu menyengat dan membakar kulit.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sinar UVA tidak hanya mampu meningkatkan efek kanker kulit yang ditimbulkan akibat sinar UVB, namun juga secara langsung dapat menyebabkan kanker kulit, termasuk melanoma.
Ada dua istilah yang digunakan dalam perlindungan kulit terhadap sinar matahari, yaitu sunscreen atau tabir surya, dan sunblok. Sunscreen (tabir surya) secara kimiawi akan menyerap sinar UV, sementara sunblocks secara fisik akan menangkis sinar matahari. Sunscreen lebih efektif melindungi kulit dari paparan sinar UVB, dan sampai saat ini memang lebih sedikit sunscreen yang memberikan perlindungan terhadap kulit akibat paparan sinar UVA.

Dalam memilih tabir surya atau sunscreen, Anda harus memerhatikan nilai Sun Protecting Factor (SPF) yang terdapat dalam setiap produk tabir surya. Nilai tersebut menunjukkan kekuatan tabir surya dalam melindungi kulit dari sengatan sinar UVB. Seberapa lama kulit terlindungi oleh tabir surya sangat ditentukan oleh nilai SPF yang tertera pada produk tersebut.

Kira-kira contohnya seperti ini:
Jika tanpa tabir surya kulit Anda berubah merah dan terbakar dalam waktu 10 menit di bawah sinar matahari, biasa disebut initial burning time, maka pemilihan tabir surya didasarkan atas nilai SPF dikalikan dengan 10 menit yang menunjukkan daya tahan tabir surya dalam melindungi kulit Anda. Misal, nilai SPF adalah 15, berarti sunscreen tersebut dapat melindungi kulit selama 15 x 10 menit = 150 menit atau 2 hingga 2,5 jam dari sengatan sinar ultraviolet sebelum kulit menjadi terbakar dan merah. Sedangkan nilai SPF 50 dapat melindungi kulit selama 8 jam.
Dari penjelasan di atas menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai SPF, maka kulit semakin terlindungi. Saat ini sudah banyak diproduksi tabir surya dengan nilai SPF tinggi, 30 dan 50, yang berfungsi tidak hanya mencegah kulit merah dan terbakar, tetapi juga mencegah kerusakan sel-sel DNA akibat sengatan sinar UV.

Initial Burning Time
Meskipun tabir surya bisa diandalkan untuk melindungi kulit, namun sebenarnya kulit memiliki pertahanan alami sendiri. Kulit tidak akan langsung terbakar ketika terkena sinar matahari melainkan akan membentuk melanin sehingga menjadi kecoklatan. Tiap jenis kulit memiliki waktu tersendiri untuk bertahan di bawah sinar matahari sebelum akhirnya kemerahan dan terbakar.
• Kulit cerah, rambut pirang kemerahan, mata biru/hijau bertahan 10 – 20 menit
• Kulit putih, mata biru/kecokelatan, rambut pirang bertahan 15 – 30 menit.
• Kulit kuning langsat, rambut cokelat, mata cokelat bertahan 20 – 40 menit.
• Kulit cokelat muda, rambut hitam, mata cokelat tua bertahan 25 – 50 menit.
• Kulit sawo matang, rambut hitam, mata cokelat mampu bertahan 30 – 60 menit.
• Kulit hitam, mata hitam, rambut hitam bertahan 40 – 75 menit.

glutathione
glutathione level
glutathione glutrea
glutathione adalah glutera
glutathione precursors glutera
glutathione whitening glutera
glutathione indonesia glutera
antioksidan terbaik glutera
glutera glutathione glutera
glutathione glutera
glutathione terbaik glutera
antioksidan sempurna glutera
master antioxidants glutathione
the mother off all antioxidants glutathione
glutathione peroxidase
glutathione soap
glutathione Sitrate
glutathione Gluconas
glutathione benefits
glutathione effect
glutathione female daily
glutathione supplement
glutathione injection
glutathione powder

PROMO DAHSYAT GLUTERA
LOGIN MEMBER GLUTERA
No ID / Username :
Password :
Security Code :
 Lupa Password
STATISTIC GLUTERA
Today visitor : 1,581
Total visitor : 23,908,816
CARDCHECK GLUTERA
BANNER GLUTERA
Copyright By. Glutera Indonesia © 2017 Indonesia
Alright Reserved